ABG Ini Ancam Bakal Bunuh Diri Jika Tak Punya Pasangan di Hari Valentine

shares

ABG Ini Ancam Bakal Bunuh Diri Jika Tak Punya Pasangan di Hari Valentine

Perayaan hari kasih sayang atau Valentine's Day yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari sangat ditunggu-tunggu oleh sejumlah anak muda.

Bahkan seorang gadis di Filipina nekat mengancam akan bunuh diri jika tak memiliki pasangan di hari tersebut.

Dilansir Crackerdaily.com, Jumat (12/2/2016), lewat akun facebooknya bernama Sabina Resari, ia menulis status yang berisi kegalauan karena takut tak memilik pasangan di hari kasih sayang.

"Saya sangat berharap memiliki pasangan di hari valentine dan aku akan bunuh diri jika hal itu tak bisa terwujud di tanggal 14 Februari,"tulisnya.

Postingannya tersebut rupanya mendapat tanggapan dari sejumlah netizen.

Dan banyak yang memberikan kritikan padanya dan menyebut ia hanya ingin mencari perhatian.

"Silahkan saja bunuh diri, siapa yang mau sama kamu, tak ada yang mau sama kamu,"tulis seorang netizen.

"Wah nyari perhatian kok pakai cara menyeramkan seperti itu, kalau mau aku banyak teman,"sahut netizen lainnya.

Anda Masih Jomblo Saat Valentine? Coba 3 Aplikasi Ini

Cokelat, bunga, dan segala benda bernuansa pink menjadi penghias hari kasih sayang atau "Valentine" yang diperingati tiap 14 Februari. Atribusi-atribusi itu menandai makna cinta yang sedikit banyak merujuk pada pasangan kekasih.

Maka dari itu, banyak yang mengatakan Valentine adalah hari bagi mereka yang punya pasangan. Sementara bagi pejuang jomblo, Valentine bisa jadi miris.

Namun para pejuang jomblo tak perlu galau. Di era teknologi seperti sekarang, ada banyak aplikasi pencari jodoh yang bisa digunakan mencari "teman" sesama jomblo.

Dari situ, seperjuangan jomblo bisa mengobrol banyak hal, bertukar pikiran, hingga akhirnya bertemu di dunia nyata. Berikut tiga aplikasi kencan yang barangkali bisa membantu.

1. Tinder

Aplikasi ini memudahkan pengguna berkenalan dengan orang baru yang sejatinya sedang berada di dekatnya. Pengguna bisa menyetel jarak tertentu untuk menangkap sinyal keberadaan orang-orang yang juga menggunakan Tinder.

Pengguna juga bisa menyaring orang seperti apa yang diharapkan ketemu lewat Tinder. Antara lain dari jenis kelamin dan rentang usia.

Setelahnya, akan muncul semua pengguna Tinder yang sesuai kriteria pengguna dan berada dalam rentang jarak yang telah disetel.

Pengguna bisa melihat deskripsi diri dan foto-foto pengguna lain. Jika suka, tinggal gulir layar ke kanan. Kalau tak suka, cukup gulir layar ke kiri.

Seandainya orang yang disukai ternyata juga menyukai pengguna, keduanya berarti "match" atau cocok. Selanjutnya, fitur Tinder akan mempersilahkan kalian mengobrol dan mengenal lebih jauh.

Untuk mengunduh aplikasi, bisa melalui Apple App Store dan Google Play Store.

2. Wavoo

Aplikasi ini kurang lebih mirip dengan Tinder. Pengguna cukup menggulir layar ke kanan jika kepincut dengan seseorang, dan menggulir layar ke kiri jika tak suka.

Hanya saja, Wavoo adalah buatan lokal. Ada dua karakteristik Wavoo yang membedakannya dari Tinder.

Pertama adalah "wink". Fitur tersebut disesuaikan dengan budaya orang Indonesia yang malu-malu cari jodoh. Apalagi kalau sampai ditolak oleh orang yang disukai.

Makanya, identitas lengkap pengguna akan jadi anonim di awal. Jika sama-sama suka, barulah identitas dibuka.

Perbedaan kedua adalah penyematan teknologi Augmented Reality pada fitur "nearby". Di Tinder, pengguna bisa memilih kandidat teman kencan dalam kisaran jarak yang ditentukan sendiri.

Namun, antarmukanya tak terlalu ramah pengguna untuk menunjukkan lokasi persis dari sang calon jodoh. Sedangkan pada fitur nearby Wavoo, pengguna bisa melihat lokasi dan jarak pengguna lain bak melihat peta saja. Lebih jelas dan simpel.

Wavoo bisa diunduh lewat Apple App Store dan Google Play Store.


3. Setipe.com

Aplikasi ini kurang lebih menggabungkan ilmu psikologi dengan teknologi. Setiap pengguna yang baru mendaftar harus mengisi psikotest untuk mengetahui karakter diri dan preferensi pasangan yang dicari.

Setelahnya, algoritma Setipe akan merekomendasikan sosok yang kepribadiannya cocok dengan pengguna. Dengan begitu, risiko bertemu orang yang salah saat kencan pertama akan tereduksi.

Aplikasi ini tersedia di Apple App Store dan Google Play Store.

Related Posts