Sehabis Mengisi Pulsa HP Terus “Ngisi” Pemiliknya

shares

Sehabis Mengisi Pulsa HP Terus “Ngisi” Pemiliknya

PEMILIK couter HP paling mujur mungkin hanya Mashud, 35, warga Blangpidie (Aceh). Tahu yang habis mengisi pulsa di counternya seorang janda, langsung saja dikontak dan digoda. Eh, ternyata kena juga. Walhasil, habis mengisi pulsa HP-nya, kini Mashud berhasil “mengisi” atau “ngecas” pemiliknya sekalian.

Agaknya selingkuh sudah dianggap bagian dari ‘kebutuhan’. Buktinya, daerah Aceh yang menjalankan syariat Islam untuk mengatur rakyatnya, masih ada juga praktisi mesum di sana. Sanksi hukuman berupa cambuk pantat puluhan kali, tak membuat pelaku-pelaku lain jera dan menghentikan aksinya. Nyatanya Wilayatul Hisbah (Satpol PP)-nya terus saja dapat pelaku-pelaku baru. Desingan cambuk yang menghajar pantat, dianggapnya sekedar resiko dari sebuah tindakan. Ada resiko jabatan, ada pula resiko kenikmatan!

Setidaknya Mashud, warga Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), punya pandangan seperti itu. Dan karena menganggap remeh WH tersebut, dia berani ngeloni janda muda Mutiah, 32, berulangkali, sampai kemudian digerebek warga dan akhirnya jadi urusan WH tersebut.

Untuk menghidupi keluarganya, Mashud memang buka kios counter HP di kampungnya sendiri. Pelanggannya banyak, karena dia juga nyambi servis segala kerusakan HP. HP merk apa saja dia bisa mereparasi, keculi miliknya budayawan/mubalig Emha Ainun Najib, yang merk Nokia Kolopaking.

Sekali waktu ada perempuan datang unclug-unclug ke counter HP, isi pulsa XL seharga Rp 25.000,- Selesai diproses dan pulsa masuk, setelah dibayar mestinya urusan selesai. Tapi kali ini tidak. Tertarik akan penampilan si wanita, Mashud mencoba menelpon nomer tersebut. Ternyata diangkat dan terjadilah dialog.

Awalnya saling mengenalkan diri saja, habis itu omongan terus berlanjut. Ternyata perempuan yang seksi menggiurkan itu merupakan “randa kempling” (janda muda). Namanya Mutiah, cocok untuk dikawin mut’ah; begitu kata batin Mashud. Karena kata batin sudah mengatakan demikian, respon janda itu atas telepon Mashud harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Prinsipnya: ada kaalisi harus ada eksekusi.

Hari berikutnya Mutiah diajak jajan-jalan, dibawa masuk hotel dan digauli. Begitu selanjutnya, asal ada peluang pasti begituan. Sekali waktu mungkin tak ada dana cukup, sehingga keduanya bercinta di kios HP milik Mashud. Tapi warga sekitar yang melihat aksi mesum itu segera lapor WH dan langsung digerebek. Keduanya mengaku baru 3 kali ini berbuat. Tapi tiga kali atau 10 kali, memang pantat keduanya siap menanti cambuk.

Habis dicambuk, langsung diberi reumason.
via : poskotanews

Related Posts