Video: Belajar dari Internet, Ibu Rumah Tangga dari Banyuasin Ini Buat Uang Palsu

shares



Unit 1 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil mengungkap komplotan pengedar uang palsu yang menjadi otak pencetak dan pengedar uang palsu di wilayah Palembang.

Nurhasanah (36) yang merupakan Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan Banyuasin, mencetak uang palsu dengan cara discanning dari uang yang asli.

Hasil pencetakan uang palsu ini, diedarkan dengan cara dibelanjakan di warung-warung kecil dan pasar tradisional.

Hal ini dilakukan agar uang palsu yang diedarkan tidak terlalu mencolok.

"Saya belajar dari internet dan lebih mudah untuk mencetak uang palsu pecahan Rp 50 ribu."

"Sehari dibelanjakan antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu," ujar IRT ini ketika diamankan di Mapolda Sumsel, Jumat (12/2/2016).

Nurhasanah ditangkap bersama Sarnubi (21) yang juga warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan Banyuasin.

Sarnubi merupakan adik angkat Nurhasanah yang bertugas untuk mengantarkan kemanapun dia pergi.

Untuk membelanjakan uang palsu yang telah dicetak.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova didampingi Lakhar Kasubdit 3 AKBP Kristopo menuturkan.

Dari interogasi yang telah dilakukan ternyata uang palsu yang dicetak tersangka telah beredar senilai Rp 7 juta.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk teliti dan waspada terhadap peredaran uang palsu, terlebih dengan kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini."

"Biasanya akan dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencetak uang palsu," katanya.

Selain itu, pedagang baik di warung maupun pasar tradisional untuk teliti ketika menerima uang.

Pedomani himbauan pemerintah yakni, dilihat, diraba dan diterawang untuk mengecek keaslian uang yang diterima

Related Posts