Nah!! Kan... Manfaat Terima Pertemanan di Facebook Kurangi Risiko Kematian

shares

Terima Pertemanan di Facebook Kurangi Risiko Kematian

Peneliti mengumumkan temuannya terkait dengan aktivitas Faceook dan tingkat kematian dari pemilih yang terdaftar di California. Temuan tersebut mengungkap, pengguna Facebook dengan jumlah permintaan pertemanan besar miliki potensi meninggal dunia lebih kecil dari pengguna lain.

Temuan yang dirilis melalui PreProceedings of the National Academy of Sciences ini mengkaji kompleksitas lebih rumit dalam suatu hubungan antara kesehatan manusia dan jaringan sosial, baik secara online maupun personal.

Peneliti sosial di UC San Diego dan penulis senior, James Fowler, mengaku telah menghabiskan waktu lama mempelajari keterkaitan antara manusia dan jaringan sosial di dunia nyata. Keterkaitan tersebut termasuk dampak kebahagian dan obesitas dapat tersebar di antara manusia tersebut.

Fowler menyebut kehadiran jaringan online seperti Facebook mengonsumsi waktu dan energi manusia yang sebelumnya digunakan untuk melakukan aktivitas sosialisasi secara langsung. Fowler mengungkap asumsi awal bahwa kehadiran jaringan online menghilangkan manfaat yang diberikan oleh sosialisasi secara offline, sehingga akan berdampak pada kesehatan manusia.

Namun, penelitian yang dilakukan Fowler menunjukan hasil berbeda, bahwa tidak terdapat korelasi antara banyaknya permintaan yang diterima pengguna Facebook dengan umur panjang manusia. Terdapat keterkaitan antara jumlah pertemanan yang diterima penggunda dengan masa hidup mereka.

Tim peneliti mengkaji sebanyak 12 juta pengguna Facebook dan menyesuaikannya dengan catatan California Department of Public Health, serta database dari pendaftaran pemilih. Pengguna yang diteliti tim lahir pada 1945 sampai 1989. Berdasarkan data tersebut, peneliti memeriksa jumlah pengguna yang meninggal dunia selama kurun waktu dua tahun.

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa pengguna yang menerima dan menyetujui permintaan pertemanan terbanyak memiliki potensi sebesar 34 persen untuk tetap hidup dalam kurun waktu penelitian tersebut, dibanding pengguna yang menerima dan menyetujui permintaan pertemanan lebih sedikit.

Tim peneliti juga menemukan, pengguna yang mengunggah foto dalam jumlah tinggi mengindikasikan interaksi di dunia nyata juga memiliki risiko kematian lebih kecil. Hal ini menandakan bahwa interaksi tatap muka berpengaruh terhadap kesehatan yang lebih baik.

Temuan ini juga dinilai menunjukan bahwa mencoba untuk memperbanyak teman, baik secara langsung maupun online, tidak berdampak signifikan terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini juga menunjukan jejaring sosial juga tidak memiliki efek negatif ekstrem seperti yang ditakutkan masyarakat selama ini.
MetroTVNews

Related Posts